Selasa, 15 November 2011

Pembelajaran Kognitif


1.      Bagaimanakah cara membantu siswa dalam memproses informasi dalam memori jangka pendek dan selanjutnya menempatkannya dalam memori jangka panjang dalam pembelajaran?
Jawab
Guru harus mengelokasikan waktu untuk melakukan pengulangan selama mangajar di kelas. Mengajarkan terlalu banyak informasi dan terlalu cepat cenderung tidak efektif, karena kecuali siswa diberikan waktu untuk mengulang-ualang tiap butir informasi baru, informasi yang disampaikan kemudian cenderung mendorong informasi pertama keluar dari memori jangka pendek mereka. Pada saat guru menghentikan pelajaran dan bertanya kepada siswa apakah ada pertanyaan, guru juga memebri siswa sedikit waktu untuk berfikir ulang dan secara mental mengulang tentang apa yang baru dipelajari. Hal ini membantu siswa  memproses informasi dalam memori jangka oendek dan selanjutnya menenmpatkannya ke dalam memori jangka panjang.
2.      Bagaimanakah cara yang mudah bila anda disuruh mengingat daftar belanja berikut ini ?


A.      Tepung
B.      soda
C.      Saus Lombok
D.     Kentang
E.      Hamburger
F.       Saus Tomat
G.     Sari Jeruk
H.     Perter Seli
I.       Mayonaise
J.      Susu
K.     Hot dogs
L.     Apel
M.  lada
N.    Kue
O.   Oregano
P.     Selada
Q.  Telor
R.   Spagetti
S.    Merica
T.    mentega
U.   Tomat Kalengan
V.   Sirup
W. Bawang
X.    Roti

Jawab.
Kita bisa mengingat  daftar belanja ini dengan cara mengorganisasikanna sesuai dengan pola yang kita kenali. kita bisa mengorganisasikan daftar belanja diatas menjadi tiga bagian besar yang terdapat dapat menu sarapan, makan siang , dan makan malam seperti yang terlihat dalam tabel dibawah.

Sarapan
Makanan

Minuman

Pencuci mulut
Pancake
·         Tepung
·         susu
·         telur
·         sirop
Sari jeruk

Makan siang
Makanan

Minuman

Pencuci Mulut
Hot dog
·         Mayonasie
·         Roti
·         Saus lombok
·         Merica
·         Hot Dog
Salad Kentang
·         Kentang Mayonanais
·         Peterseli

Soda gembira
Apel
Makan malam
makanan
Minuman
Pencuci mulut
Spaghetti
Spaghetti
·         Bawang
·         Hamburger
·         Tomat kaleng
·         Saus tomat
·         Lada
Salad
·         Selada
Susu
Kue

3.      Satu alasan penting mengapa orang lupa adalah terjadinya interferensi ( informasi terdesak keluar informasi yang lain ) . Bagaimankah cara yang harus di tempuh guru untuk mengatasi masalah itu dalam pembelajaran ?
Jawab :
Cara yang harus di tempuh oleh guru untuk mengatasi lupa karena terjadinya interferensi  antara lain adalah
a.      Latihan dengan sistem distribussi
Latihan sangat penting dalam beberapa tahapan, karena memeoro dalam jangka pendek secara mental harus di latih / di ulang apabila informasi ini harus diingat selama lebih dari beberapa detik. informasi dalam jangka pendek ini biasanya gharus dilatihkan sampai informasi yang mantap tersimpan dalam memori jangka panjang.
Latihan dengan sistem terdestribusi adalah  latihan sedikit demi sedikit  setiap hari sampai dekade tertentu. Cara ini lebih baik untuk pengendapan, bahkan selama periode waktu tertentu. Pengendapan jangka panjang dari semua jenis informasi dan ketrampilan dapat ditingkatkan secara berarti dengan latihan terdestribusi.
b.      belajar bagian demi bagian ( part learning )  sangat sulit bagi siswa untuk mempelajari seluruh isi  materi pelajaran yang panjang, lebih mudahnya mempelajari jika  materi pelajaran itu di potong-potong menjadi bagian -bagian yang lebih kecil.tujuan pembelajaran ini juga untuk mengurangi hambatan retroaktif
c.       Belajar lebih atau Overlearning
latihan yang dilakukan secara terus menerus dan kontinyu  dan jika di lanjutkan sampai siswa mampu mengingat jawabannya , maka pengendapan akan bertambah



4.      In this chapter, we turn from behavioural theories of learning to the cognitive perspective.  (p. 293)
Dalam bab ini, kita berbalik dari teori-teori perilaku belajar perspektif kognitif. (hal. 293)
This means a shift from ' viewing the learners and their behaviours as products of incoming environmental stimuli’ to seeing the learners as 'sources of plans, intentions, goals, ideas, memories, and emotions actively used to attend to, select, and construct meaning from stimuli and knowledge from experience.‘  (p. 293)
Ini berarti pergeseran dari 'melihat peserta didik dan perilaku mereka sebagai produk dari rangsangan lingkungan masuk' untuk melihat peserta didik sebagai 'sumber rencana, niat, tujuan, ide, kenangan, dan emosi secara aktif digunakan untuk menghadiri, pilih, dan membangun makna dari rangsangan dan pengetahuan dari pengalaman "(hal. 293).
In other words the learner is seen as central in constructing her own learning rather than responding to the rewards and punishments around her. So the source of control (over what is learned) moves from the teacher to the learner. (p. 293)
Terjemahkan kalimat diatas, dan dari pengetahuan itu  bagaimanakah anda menerapkannya dalam mengelola pembelajaran ?
Dengan kata lain pembelajar dipandang sebagai sentral dalam membangun proses belajar mereka sendiri daripada menanggapi penghargaan dan hukuman di sekelilingnya. Jadi sumber kontrol (lebih dari apa yang dipelajari) bergerak dari guru kepada pelajar. (hal. 293
5.      Terajamahkan kalimat di bawah ini ( The Role of Attention ), dan dari pengetahuan itu bagaimanakah anda menerapkannya dalam mengelola pembelajaran
·         Attention is selective.  Attention is focus on a stimulus.  By paying            attention to selected stimuli and ignoring others, we limit the possibilities that we will perceive and process.  (p. 299)
Perhatian selektif. Perhatian adalah fokus pada stimulus. Dengan memperhatikan rangsangan yang dipilih dan mengabaikan orang lain, kita membatasi kemungkinan bahwa kita akan melihat dan proses. (hal. 299)
·         What we pay attention to is guided to a certain extent by what we already know, what we need to know and what we would like to know so attention is involved in and influenced by all three memory processes in Figure 7. 1 . (p. 299)
Apa yang kita perhatikan dipandu sampai batas tertentu dengan apa yang kita sudah tahu, apa yang kita perlu tahu dan apa yang kita ingin tahu sehingga perhatian terlibat dalam dan dipengaruhi oleh ketiga proses memori pada Gambar 7. 1. (hal. 299)
·         Attention is also affected by what else is happening at the time, by the complexity of the task, and by your ability to control or focus your attention.  (p. 299)
Perhatian juga dipengaruhi oleh apa lagi yang terjadi pada saat itu, oleh kompleksitas tugas, dan dengan kemampuan Anda untuk mengontrol atau fokus perhatian Anda. (hal. 299)
·         Attention takes effort and is a limited resource. (p. 299)
Perhatian membutuhkan usaha dan merupakan sumber daya terbatas. (hal. 299)
·         We can pay attention to only one cognitively demanding task at a time . (p. 299)
Kita dapat memperhatikan hanya satu tugas kognitif menuntut pada suatu waktu. (hal. 299)
·         Automaticity is the ability to perform thoroughly learned tasks without much mental effort. (p. 300)
Otomatisitas adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara menyeluruh belajar tanpa upaya mental banyak. (hal. 300)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar